Sabtu, 09 Januari 2010

ATMOSFER

A. KOMPOSISI UDARA

Manusia dapat bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling

panas, tetapi tanpa udara manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Jadi

Anda tentu bisa menyimpulkan sendiri betapa pentingnya udara bagi kehidupan

di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak

dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer.

Atmosfer juga berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari

radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke

ruang angkasa pada malam hari.

Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak

melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas

dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.

Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak tampak dan tidak

berwarna. Empat gas utama dalam udara kering meliputi (lihat tabel 1.1).

Tabel 1.1.

Gas Utama dalam Udara Kering.

Kegiatan Belajar 1

Macam gas Volume % Massa %

Nitrogen (N2) 78,088 75,527

Oksigen (O2) 20,049 23,143

Argon (Ar) 0,930 1,282

Karbon dioksida (CO2) 0,030 0,045

Total keseluruhan 99,097 99,097

6

Kondisi dan manfaat gas dalam atmosfer antara lain:

1. Nitrogen (N2) jumlahnya paling banyak, meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak

langsung bergabung dengan unsur lain, tapi merupakan bagian dari senyawa

organik.

2. Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat

makanan menjadi energi hidup.

3. Karbon dioksida (CO2) menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse)

transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi

gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan kosentrasi CO2 di dalam

atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.

4. Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari

oksigen. Gas ini terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ozon

dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan

berbahaya bagi tubuh manusia.

Salah satu unsur yang penting dalam atmosfer adalah uap air.

Uap air (H2O) sangat penting dalam proses cuaca atau iklim, karena dapat

merubah fase (wujud) menjadi fase cair, atau fase padat melalui kondensasi

dan deposisi. Perubahan fase air, dapat dilukiskan pada gambar 1.

Gambar 1.

Perubahan Fase Air.

Uap air merupakan senyawa kimia udara dalam jumlah besar yang tersusun

dari dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen. Uap air yang terdapat di

atmosfer merupakan hasil penguapan dari laut, danau, kolam, sungai dan

transpirasi tanaman.

Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu adalah istilah yang dipakai untuk benda

yang sangat kecil sehingga tidak tampak kecuali dengan mikroskop. Jumlah

debu berubah-ubah tergantung pada tempat. Sumber debu beraneka ragam,

yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, smog

dan lainnya. Smog singkatan dari smoke and fog adalah kabut tebal yang sering

dijumpai di daerah industri yang lembab. Debu dapat menyerap, memantulkan,

dan menghamburkan radiasi matahari. Debu atmosferik dapat disapu turun ke

permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer dapat terisi partikel

debu kembali. Debu atmosfer adalah kotoran yang terdapat di atmosfer.

ES

AIR UAP

Penguapan

Pengembunan

7

B. Struktur Vertikal Atmosfer

Dengan memakai suhu sebagai dasar pembagian atmosfer, maka atmosfer terdiri

dari lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer dan thermosfer. Lihat gambar 2.

Gambar 2.

Pembagian lapisan atmosfer berdasarkan suhu.

1. Lapisan Troposfer

Gejala cuaca (awan, petir, topan, badai dan hujan) terjadi di lapisan troposfer.

Pada lapisan ini terdapat penurunan suhu yang terjadi karena sangat

sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari,

sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang

terletak di atasnya; melalui konduksi, konveksi, kondensasi dan sublimasi

yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.

Konduksi adalah proses pemanasan secara merambat.

Konveksi adalah proses pemanasan secara mengalir.

Kondensasi adalah proses pendinginan yang mengubah wujud uap air menjadi

air.

Sublimasi adalah proses perubahan wujud es menjadi uap air.

Pertukaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, karena itu suhu turun

dengan bertambahnya ketinggian pada situasi meteorologi (ilmu tentang

cuaca). Nilainya berkisar antara 0,5 dan 1o C tiap 100 meter dengan nilai rata

Udara troposfer atas sangat dingin dengan demikian lebih berat dibandingkan

dengan udara diatas tropopause sehingga udara troposfer tidak dapat

menembus tropopause. Ketinggian tropopause lebih besar di ekuator daripada

di daerah kutub. Di ekuator, tropopause terletak pada ketinggian 18 km dengan

suhu – 80o C, sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6

km dengan suhu – 40o C. Tropopause adalah lapisan udara yang terdapat di

antara troposfer dengan stratosfer.

-100 -50 0 30 1500

T(OC)

TROPOSFER

STRATOSFER

MESOSFER

THERMOSFER

Z (km)

mesopause

tropopause

stratopause

10

60

85

300

1000

8

2. Lapisan Stratosfer

Lapisan atmosfer diatas tropopause merupakan lapisan inversi, artinya suhu. Disebut

udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya ketinggian

juga lapisan Isothermis. Kenaikan suhu ini disebabkan oleh lapisan ozonosfer

yang menyerap radiasi ultra violet dari matahari. Bagian atas stratosfer dibatasi

oleh permukaan diskontinuitas suhu yang disebut stratopause. Stratopause

terletak pada ketinggian 60 km dengan suhu 0o C.

3. Lapisan Mesosfer

Lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan orde suhu 0,4o C setiap 100

meter, karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang negatif.

Bagian atas mesosfer dibatasi oleh mesopause yaitu lapisan di dalam atmosfer

yang mempunyai suhu paling rendah, kira-kira -100o C. Ketinggian sekitar

85 km.

4. Lapisan Thermosfer

Lapisan ini terletak pada ketinggian 85 dan 300 km yang ditandai dengan

kenaikan suhu dari -100o C sampai ratusan bahkan ribuan derajat. Lihat

gambar 3.

Gambar 3.

Lapisan Thermosfer.

Bagian atas lapisan atmosfer dibatasi oleh termopause yang meluas dari

ketinggian 300 km sampai pada ketinggian 1000 km.

Suhu termopause adalah konstant terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan

waktu, yaitu dengan insolasi (incoming solar radiation). Suhu pada malam

hari berkisar antara 300 dan 1200o C dan pada siang hari antara 700 dan

1700o C. Densitas termopause sangat kecil, kira-kira 10 kali densitas atmosfer

permukaan tanah.

200

THERMOSFER

Z (km)

200

100

500

1000

Malam

(600 – 1500oK)

Siang

(1000 – 2000oK)

Keterangan:

Z = Ketinggian

K = Derajat Kelvin

Suhu

MESOPAUSE

9

TUGAS 1

Petunjuk:

A. Jawablah dengan singkat!

1. Identifikasi manfaat atmosfer bagi kehidupan!

2. Sebutkan gas utama dalam udara!

3. Identifikasi gejala-gejala cuaca yang terdapat di lapisan troposfer!

4. Apa yang menyebabkan lapisan isothermis mengalami kenaikan suhu?

5. Gambarlah skema perubahan fase air!

B. Gambarlah lapisan atmosfer berdasarkan temperaturnya (suhu), beri

penjelasan seperlunya. Serahkan pada Guru Bina untuk penilaian psikomotor.

10

11

CUACA DAN IKLIM

Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:

1. menganalisis dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran,

suhu, angin, awan, kelembaban, curah hujan); dan

2. melakukan percobaan dalam mengukur suhu.

Apakah Anda bisa membedakan antara cuaca dengan iklim? Untuk

mengetahuinya cobalah Anda simak pernyataan ini “Hari ini sangat cerah“,

dan “Bulan bulan belakangan ini tidak tampak turun hujan, sehingga“. Nah bisakah Anda membedakan pernyataan

dimana-mana terjadi kekeringan

tersebut? Pernyataan yang pertama menunjukkan saat itu juga, waktunya sangat

singkat. Dan saya percaya Anda pasti bisa menjawab bahwa pernyataan pertama

adalah menunjukkan “cuaca” dan pernyataan yang kedua, karena waktunya sangat

lama/panjang, hal itu menunjukkan “iklim”. Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya

marilah kita bahas bersama-sama tentang cuaca dan iklim serta unsur-unsurnya.

A. Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca

adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang

relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari

gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja.

Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda

untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu

diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil

analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan.

Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan

setiap jam dan sangat akurat (tepat).

Iklim

adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang

penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi

wilayah yang luas.

Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi

yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya

distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan,

arus laut dan badai.

Kegiatan Belajar 2

12

Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut

Klimatologi

, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut

Meteorologi.

B. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim

Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu suhu udara,

tekanan udara, kelembaban udara dan curah hujan.

1. Suhu Udara

Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara

. Alat untuk mengukur

suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran

dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu

udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan

makin ke kutub, makin dingin.

Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika

ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah

100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6o C. Penurunan suhu

semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada

udara kering, besar lapse rate adalah 1o C.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu

daerah adalah:

a. Lama penyinaran matahari.

b. Sudut datang sinar matahari.

c. Relief permukaan bumi.

d. Banyak sedikitnya awan.

e. Perbedaan letak lintang.

Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus:

Tx = To – 0,6 x 100

h

Keterangan:

Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari

To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui

h = tinggi tempat (x)

13

Contoh:

Temperatur permukaan laut = 27o C. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia).

Tanya: Berapa temperatur rata rata kota X?

Jawab: Tx = To – 0,6 x 100

h

= 27o – 0,6 x 100

1500

= 27o – 0,6 x 15

= 27o – 9o

= 18o C

Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui

dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak

langsung.

a. Pemanasan secara langsung

Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses

sebagai berikut:

1) Proses absorbsi

adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama,

sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari

tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.

2) Proses refleksi

adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali

ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain

di atmosfer.

3) Proses difusi

Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru

dan lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan

langit berwarna biru.

b. Pemanasan tidak langsung

Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut:

1) Konduksi

adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara

bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas

pada lapisan udara di atasnya.

2) Konveksi

adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.

3) Adveksi

adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal

(mendatar).

14

4) Turbulensi

adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur

dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan

kembali ke atmosfer.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 4 berikut.

Gambar 4.

Pengaruh atmosfer terhadap energi panas matahari.

(Konsep Dasar Indraja dan Pengolahan Citra, Bakosurtanal, 1995)

Di Indonesia, keadaan suhu udara relatif bervariasi. Data rata-rata

suhu udara di beberapa kota di Indonesia, dapat Anda lihat pada tabel

2.

Rata-rata suhu tahunan, di Indonesia sekitar 26,8o C. Dalam peta,

daerah daerah yang suhu udaranya sama dihubungkan dengan garis

MATAHARI

Matahari

3% diserap oleh ozon

25% dipantulkan awan

19% diserap oleh debu dan gas

8% dipantulkan dari permukaan bumi

45% diserap bumi

No. Nama Kota Rata-rata Suhu (oC)

1 Pontianak 27

2 Surabaya 27

3 Jakarta 26,3

4 Ujung Pandang 25,8

5 Palembang 25,9

6 Banjarmasin 26,1

7 Bandung 22,0

15

2. Tekanan Udara

Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai

berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan

menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara

adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa.

Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa

udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah

apabila semakin tinggi dari permukaan laut.

Satuan ukuran tekanan udara

adalah

milibar (mb).

1 mb = 4

3

mm tekanan air raksa (t.a.r) atau 1.013 mb = 76 cm t.a.r. =

1 atmosfer

Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan

udaranya disebut isobar. Bidang isobar ialah bidang yang tiap-tiap titiknya

mempunyai tekanan udara sama. Jadi perbedaan suhu akan menyebabkan

perbedaan tekanan udara.

Daerah yang banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang

dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan udara rendah. Ditempat

lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari

daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan udara

tersebut dinamakan angin.

ANGIN

Angin adalah udara yang bergerak. Ada tiga hal penting yang menyangkut

sifat angin yaitu:

  • Kekuatan angin
  • Arah angin
  • Kecepatan angin

a. Kekuatan Angin

Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin berbanding lurus dengan

gradient barometriknya. Gradient baromatrik ialah angka yang

menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada tiap jarak

15 meridian (111 km).

Gambar 5.

Kekuatan angin A dan P terletak pada isobar 1000 mb. B dan Q pada

isobar 990 mb. Jarak AB = 80 km, Jarak PQ = 150 km.

A

B

Q

P

80 km

150 km

1000 mb

900 mb

16

Gradient A – B = 10 : 111

80

x 1 mb

= 10 x 80

111

x 1 mb

= 13,875 mb

Gradient P – Q = 10 : 111

150

x 1 mb

= 10 x 150

111

x 1mb

= 7,4 mb

Jadi angin yang bertiup dari A ke B lebih kuat daripada angin yang

bertiup dari P ke Q.

b. Arah Angin

Satuan yang digunakan untuk besaran arah angin biasanya adalah derajat.

1 derajat untuk angin arah dari Utara.

90 derajat untuk angin arah dari Timur.

180 derajat untuk angin arah dari Selatan.

270 derajat untuk angin arah dari Barat.

Angin menunjukkan dari mana datangnya angin dan bukan ke mana angin

itu bergerak.

Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan

Arah angin dipengaruhi oleh tiga faktor:

1) Gradient barometrik

2) Rotasi bumi

3) Kekuatan yang menahan (rintangan)

Makin besar gradient barometrik, makin besar pula kekuatannya

.

Angin yang besar kekuatannya makin sulit berbelok arah. Rotasi

bumi, dengan bentuk bumi yang bulat, menyebabkan pembelokan arah

angin. Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0 (nol). Makin ke arah

kutub pembelokannya makin besar. Pembelokan angin yang mencapai

90o sehingga sejajar dengan garis isobar disebut angin geotropik. Hal ini

banyak terjadi di daerah beriklim sedang di atas samudra.

Kekuatan yang menahan dapat membelokan arah angin. Sebagai contoh,

pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan

atau ke atas.

17

c. Kecepatan angin

Atmosfer ikut berotasi dengan bumi. Molekul-molekul udara mempunyai

kecepatan gerak ke arah timur, sesuai dengan arah rotasi bumi. Kecepatan

gerak tersebut disebut kecepatan linier. Bentuk bumi yng bulat ini

menyebabkan kecepatan linier makin kecil jika makin dekat ke arah kutub.

Lihat tabel 3. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin

disebut anemometer.

Tabel 3.

Hubungan antara lintang tempat dan kecepatan linier.

Sistem Angin

1) Angin Passat

Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah

subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6:

a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara.

b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan.

Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena

temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut

dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua

angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik

(DKAT).

DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan

massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan.

Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).

2) Angin Anti Passat

Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan

turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat.

Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di

belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada

daerah sekitar lintang 20o – 30o LU dan LS, angin anti passat kembali

turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini

menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya,

terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun

Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

Lintang tempat Kecepatan linier

0o(ekuator) 461 meter/detik

30o 402 meter/detik

60o 232 meter/detik

90o(kutub) 0 meter/detik

18

Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah “teduh

subtropik” yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin.

Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU – 10o LS terdapat juga

daerah tenang yang disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah

doldrum”

Gambar 6.

Sirkulasi Angin.

3) Angin Barat

Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara

dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang

Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi

Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan

bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada

daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang

yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.

4) Angin Timur

Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah

dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin

ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS).

Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena

berasal dari daerah kutub.

5) Angin Muson (Monsun)

Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap

setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup

angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin

laut yang basah.

Maksimum kutub

Front kutub

60o

Maksimum sedang

30o

Konveksi Konveksi

Konveksi Konveksi

Maksimum subtropik

Pasat Timur Laut 0o

Minimum ekuator (doldrum)

Agin

Pasat

Tenggara

Minimum subtropik

Front kutub

Minimum sedang

Konveksi Konveksi

19

Tekanan

rendah

Tekanan

tinggi

+ Musim

dingin

Ekuator

Keterangan:

arah angin barat

arah angin timur

0 1000 2000 km

Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit

Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh

pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat

pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat

pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini

menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di

Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan

bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh

karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka

banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia

terjadi musim penghujan.

Musim penghujan meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia, hanya

saja persebarannya tidak merata. Makin ke Timur curah hujan makin

berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.

Pada bulan April – Oktober,

matahari berada di belahan

langit Utara, sehingga

benua Asia lebih panas

daripada benua Australia.

Akibatnya, di Asia terdapat

pusat-pusat tekanan udara

rendah, sedangkan di

Australia terdapat pusatpusat

tekanan udara tinggi

yang menyebabkan

terjadinya angin dari

Australia menuju Asia. Di

Indonesia, terjadi angindi belahan

musim timur

bumi Selatan dan angin

musim barat daya di

belahan bumi Utara. Oleh

karena tidak melewati

lautan yang luas maka

angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya

di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera,

Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Lihat gambar 7.

Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim(Peralihan), yaitu:

Pancaroba

Musim Kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan

ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan

musim kemarau ke musim penghujan.

Gambar 7.

Arah angin musim barat dan angin

musim timur di Indonesia.

20

Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah

angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu

singkat dan lebat.

Angin Lokal

Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat)

yaitu sebagai berikut:

1. Angin darat dan angin laut

Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat

menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut

ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan

lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan

bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup

dari darat ke laut, disebut angin darat. Lihat gambar 8.

Angin laut Angin darat

Gambar 8.

Angin laut dan angin darat.

2. Angin lembah dan angin gunung

Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah

lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang

lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak

gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara

mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung.

3. Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas

Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas

terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak

terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin

Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan

Angin Brubu di Sulawesi Selatan).

MATAHARI

SIANG MALAM

21

3. Kelembaban Udara

Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumber

yang utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai-sungai,

tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Makin tinggi suhu udara, makin banyak

uap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti makin lembablah udara

tersebut. Alat untuk mengukur kelembaban udara dinamakan hygrometer

atau psychrometer.

Ada dua macam kelembaban udara:

1) Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di

udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air

dalam 1 m³ udara.

2) Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara

(kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat

dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan

dalam persen (%).

Contoh:

Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah

absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya

pada suhu 20o C = 20 gram.

Jadi kelembaban relatif udara itu = 20

14

x 100% = 70%.

4. Curah Hujan

Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam

waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut RainCurah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan.

gauge.

Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor

antara lain:

- bentuk medan/topografi

- arah lereng medan

- arah angin yang sejajar dengan garis pantai

- jarak perjalanan angin di atas medan datar

Hujan

ialah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang

dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang

menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama

disebut Isohyet.

22

Angin pasat TL Angin pasat TG

35oLU 35oLS

+ +

Klasifikasi hujan

a. Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi:

1) hujan gerimis/drizzle, diameter butir-butirannya kurang dari 0,5 mm;

2) hujan salju/snow, terdiri dari kristal-kristal es yang temperatur udaranya

berada di bawah titik beku;

3) hujan batu es, merupakan curahan batu es yang turun di dalam cuaca

panas dari awan yang temperaturnya di bawah titik beku; dan

4) hujan deras/rain, yaitu curahan air yang turun dari awan yang

temperaturnya di atas titik beku dan diameter butirannya kurang lebih

7 mm.

b. Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan atas:

1) Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan

yang terjadi di daerah front,

yang disebabkan oleh

pertemuan dua massa

udara yang berbeda

temperaturnya. Massa

udara panas/lembab

bertemu dengan massa

udara dingin/padat

sehingga berkondensasi

dan terjadilah hujan. Lihat

gambar 9.

2) Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis

Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya

pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5o LU – 23,5o

LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi

menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat

pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun

hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial

atau hujan konveksi.

Disebut juga hujan zenithal

karena pada umumnya

hujan terjadi pada waktu

matahari melalui zenit

daerah itu. Semua tempat

di daerah tropis itu

mendapat dua kali hujan

zenithal dalam satu tahun.

Lihat gambar 10.

Gambar 9.

Hujan Frontal.

Gambar 10.

Hujan Zenithal atau Hujan

Front

massa udara panas massa udara dingin

23

3) Hujan Orografis/Hujan Naik Pegunungan

Terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin

mendaki lereng pegunungan yang makin ke atas makin dingin sehingga

terjadi kondensasi, terbentuklah awan dan jatuh sebagai hujan. Hujan

yang jatuh pada lereng yang dilaluinya disebut hujan orografis,

sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin jatuh yang kering dan

disebut daerah bayangan hujan. Lihat gambar 11.

Gambar 11.

Hujan Orografis.

5. Awan

Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena

adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan

yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.

a. Menurut morfologinya (bentuknya)

Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1) Awan Commulus

yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal

(bunar-bundar) dan dasarnya horizontal.

2) Awan Stratus

yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga dapat

menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah

awan yang rendah dan luas.

3) Awan Cirrus

yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat,

berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak

dapat menimbulkan hujan.

b. Berdasarkan ketinggiannya

Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1) Awan tinggi (lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu

terdiri dari kristal-kristal es.

a) Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung.

b) Cirro stratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir.

c) Cirro Cumulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan.

Udara

basah

Udara

kering Daerah

bayangan

hujan

24

2) Awan sedang (2000 m – 6000 m)

a) Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal.

b) Alto Stratus (A- St) : awan berlapis-lapis tebal.

3) Awan rendah (di bawah 200 m)

a) Strato Comulus (St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpalgumpal.

b) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis-lapis.

c) Nimbo Stratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian telah

merupakan hujan.

4) Awan yang terjadi karena udara naik, terdapat pada ketinggian 500

m-1500 m

a) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya

rata.

b) Comulo Nimbus (Cu-Ni): awan yang bergumpal gumpal luas dan

sebagian telah merupakan hujan,

sering terjadi angin ribut.

25

TUGAS 2

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Di bawah ini terdapat faktor-faktor pembentuk cuaca dan iklim, kecuali ….

A. curah hujan

B. tekanan udara

C. kelembaban udara

D. lapisan udara

E. suhu udara

2. Ilmu pengetahuan yang mempelajari iklim disebut ….

A. geomorfologi

B. klimatologi

C. meteorologi

D. astronomi

E. petrologi

3.

Jika garis di atas terdapat pada peta, garis itu disebut ….

A. homoseista

B. isoseista

C. isotherm

D. ishobar

E. ishibath

4. Cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas merupakan sifat

dari….

A. daratan

B. angin

C. gas

D. kayu

E. lautan

5. Angin laut akan terjadi pada ….

A. pagi-pagi

B. siang hari

C. petang hari

D. malam hari

E. siang dan malam

28oC 28oC

28oC

26

6. Udara yang lembab absolutnya 17,2 gram dan lembab maksimumnya 24

gram akan mempunyai kelembaban relatif sebesar ….

A. 92,67%

B. 87,22%

C. 76.67%

D. 74,33%

E. 71,67%

7. Arah angin yang terdapat pada suatu tempat akan mengikuti ….

A. Hukum Boys Ballot

B. Hukum Gravitasi

C. Hukum Kepler

D. Hukum Boyle

E. Hukum Laska

8. Hujan yang terjadi karena uap air naik secara vertikal disebut ….

A. hujan muson

B. hujan frontal

C. hujan siklon

D. hujan orografis

E. hujan konveksi

9. Angin yang selalu bertiup menuju daerah ekuator disebut ….

A. angin siklon

B. angin muson

C. angin barat

D. angin passat

E. angin anti passat

10. Suhu harian adalah ….

A. suhu rata-rata harian dalam satu minggu

B. suhu tertinggi dalam satu hari

C. suhu terendah dalam satu hari

D. suhu rata rata selama 24 jam

E. perubahan suhu selama 24 jam

B. Kerja Praktek:

Ukurlah suhu di sekitar rumahmu pada pagi, siang dan sore. Lakukan selama

seminggu dan buat laporannya. Berikan pada Guru Bina untuk penilaian

psychomotor.

27

KLASIFIKASI IKLIM DAN

POLA CURAH HUJAN DI INDONESIA

Setelah mempelajari kegiatan ini, Anda diharapkan mempunyai

kompetensi:

1. mengklasifikasi berbagai tipe iklim; dan

2. menyajikan informasi tentang persebaran hujan di Indonesia.

Apakah Anda bisa ingat pada kegiatan belajar 2 tentang pengertian iklim?

Iklim adalah cuaca rata rata di daerah yang luas dalam jangka waktu

panjang (kira-kira 30 tahun). Untuk mendapatkan gambaran iklim suatu

daerah dengan tepat tidak cukup hanya memperhatikan unsur-unsur cuaca rata

rata saja, tetapi harus diperhatikan juga perubahannya sepanjang waktu.

A. MACAM-MACAM IKLIM

Terjadinya iklim yang bermacam-macam di muka bumi, disebabkan karena rotasi

dan revolusi bumi dan adanya perbedaan garis lintang. Beberapa macam iklim

antara lain:

1. Iklim Matahari

Klasifikasi iklim matahari, didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari

yang diterima oleh permukaan bumi.

Pembagian daerah iklimnya adalah (lihat gambar 12):

a. Daerah iklim tropis : 0o – 23,5o LU/LS

b. Daerah iklim sub tropis : 23,5o – 40o LU/LS

c. Daerah iklim sedang : 40o – 66,5o LU/LS

d. Daerah iklim dingin : 66,5o – 90o LU/LS

Gambar 12.

Pembagian daerah

iklim matahari.

Kegiatan Belajar 3

90°KU

90°KS

Iklim dingin

Iklim sedang

Iklim sub tropis

Ikilm tropis

Iklim sub tropis

Iklim dingin

Iklim sedang

66 °LS 12

35°LS

23 °LS 12

23 °LU 12

40°LU

60 °LU 12

Khatulistiwa

28

2. Iklim Kodrat

Pembagian iklim ini disesuaikan dengan batas kehidupan tumbuh-tumbuhan

dan sebagai batas daerah iklimnya dipergunakan garis isotherm pada bulan

terpanas dan terdingin selama satu tahun.

3. Iklim Koppen

Iklim ini paling banyak dipergunakan orang. Klasifikasinya berdasarkan curah

hujan dan temperatur. Koppen membagi iklim dalam 5 daerah iklim, dinyatakan

dengan simbol huruf.

a. Iklim A (Iklim Hujan Tropis)

Temperatur bulan terdingin tidak kurang dari 18oC, curah hujan tahunan

tinggi, rata rata lebih dari 70 cm/tahun. Tumbuhan beraneka ragam.

b. Iklim B (Iklim Kering/Gurun)

Terdapat di daerah gurun atau semiarid (steppa), curah hujan terendah

25,5 mm/tahun. Penguapan besar.

c. Iklim C (Iklim Sedang)

Temperatur bulan terdingin 18oC sampai -3oC.

d. Iklim D (Iklim Salju atau Mikrothermal)

Suhu rata-rata bulan terpanas lebih dari 10oC, sedangkan suhu rata rata

bulan terdingin – 3oC.

e. Iklim E atau iklim Kutub

Terdapat di diderah Arctic dan Antartika. Suhu tidak pernah lebih dari

10oC. Tidak mempunyai musim panas yang benar-benar panas.

Berdasarkan klasifikasi Koppen, sebagian besar wilayah Indonesia beriklim

A, di daerah pegunungan beriklim C, dan di Puncak Jaya Wijaya beriklim E.

Tipe iklim A dibagi menjadi 3 sub tipe yang ditandai dengan huruf kecil yaitu

f, w dan m sehingga terbentuk tipe iklim Af, Aw dan Am.Lihat gambar 13.

a. Iklim Af adalah iklim A dengan curah hujan bulanan 60 mm. Hujan

sepanjang tahun.

b. Iklim Aw adalah tipe iklim A yang memiliki musim kering yang panjang

(Savana).

c. Iklim Am adalah peralihan antara Af dan Aw. Persediaan air tanah cukup

sehingga vegetasi tetap.

Gambar 13.

Diagram Koppen.

Curah hujan

bulan terkering

(mm)

Af

60

40

20

0

1000 1500 2000 2500

Curah hujan tahunan (mm)

A m

Aw

29

4. Iklim Schmidt – Ferguson

Iklim Schmidt-Ferguson sering disebut Q model karena didasarkan atas nilai

indeks nilai Q.

(lihat tabel 4.) yang dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:

Q = basah bulan rata – Rata

kering bulan rata – Rata

x 100%

Tabel 4.

Tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson adalah:

Contoh:

Tabel 5.

Data curah hujan pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:

Maka menurut iklim Schmidt-Ferguson sebagai berikut:

Kota A →

6

6

x 100% = 100% → iklim D/ E

Kota B

12

0

x 100% = 0% → iklim A

Tipe Q

A 0 – 14,3 %

B 14,3 – 33,3 %

C 33,3 % – 60 %

D 60 % – 100 %

E 100 % – 167 %

F 167 % – 300 %

G 300 % – 700 %

H lebih dari 700 %

Bulan

Tempat

Kota A

Kota B

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt Nop Des

288 235 268 110 46 33 18 5 10 36 134 234

280 280 253 176 135 118 101 123 121 136 147 243

30

5. Iklim Oldeman

Seperti halnya metode Schmidt-Ferguson, metode Oldeman (1975) hanya

memakai unsur curah hujan sebagai dasar klasifikasi iklim. Bulan basah dan

bulan kering

secara berturut turut yang dikaitkan dengan pertanian untuk

daerah daerah tertentu. Maka penggolongan iklimnya dikenal dengan sebutan

zona agroklimat (agro-climatic classification). Misalnya jumlah curah hujan

sebesar 200 mm tiap bulan dipandang cukup untuk membudidayakan padi

sawah, sedangkan untuk sebagian besar palawija maka jumlah curah hujan

minimal yang diperlukan adalah 100 mm tiap bulan. Musim hujan selama 5

bulan dianggap cukup untuk membudidayakan padi sawah selama satu

musim. Dalam metode ini, bulan basah didefinisikan sebagai bulan yang

mempunyai jumlah curah hujan sekurang-kurangnya 200 mm. Meskipun

lamanya periode pertumbuhan padi terutama ditentukan oleh jenis yang

digunakan, periode 5 bulan basah berurutan dalam satu tahun dipandang

optimal untuk satu kali tanam. Jika lebih dari 9 bulan basah maka petani

dapat menanam padi sebanyak 2 kali masa tanam. Jika kurang dari 3 bulan

basah berurutan, maka tidak dapat membududayakan padi tanpa irigasi

tambahan.

Dari tinjauan di atas, Oldeman membagi 5 daerah agroklimat utama, yaitu:

A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.

B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan.

C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan.

D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan.

E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.

Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut:

a. Bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm.

b. Bulan lembab apabila curah hujannya 100 – 200 mm.

c. Bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.

6. Iklim F. Junghuhn

Junghuhn mengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai

dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan, seperti yang terlihat pada gambar 14.

Gambar 14.

Pembagian Daerah Iklim F. Junghuhn.

31

Pembagian daerah iklim tersebut adalah:

a. Daerah panas/tropis

Tinggi tempat : 0 – 600 m dari permukaan laut.

Suhu : 26,3o C – 22o C.

Tanaman : padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, coklat.

b. Daerah sedang

Tinggi tempat : 600 m – 1500 m dari permukaan laut.

Suhu : 22o C – 17,1o C.

Tanaman : padi, tembakau, teh, kopi, coklat, kina, sayur-sayuran.

c. Daerah sejuk

Tinggi tempat : 1500 – 2500 m dari permukaan laut.

Suhu : 17,1o C – 11,1o C.

Tanaman : kopi, teh, kina, sayur-sayuran.

d. Daerah dingin

Tinggi tempat : lebih dari 2500 m dari permukaan laut.

Suhu : 11,1o C – 6,2o C.

Tanaman : Tidak ada tanaman budidaya.

B. POLA CURAH HUJAN DI INDONESIA

Pola umum curah hujan di Kepulauan Indonesia dapat dikatakan sebagai berikut:

1. Pantai barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak dari

pantai timur.

2. Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan barisan pulau-pulau yang

panjang dan berderet dari barat ke timur. Pulau-pulau ini hanya diselingi oleh

selat-selat yang sempit, sehingga untuk kepulauan ini secara keseluruhan

tampak seakan akan satu pulau, sehingga berlaku juga dalil, bahwa di sebelah

timur curah hujan lebih kecil, kalau dibandingkan dengan sebelah barat.

Sebelah barat dari jejeran pulau ini adalah pantai Barat Jawa Barat.

3. Selain bertambah jumlahnya dari timur ke barat, hujan juga bertambah

jumlahnya dari dataran rendah ke pegunungan, dengan jumlah terbesar pada

ketinggian 600 – 900 m.

4. Di daerah pedalaman semua pulau, musim hujan jatuh pada musim

Pancaroba, demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar-besar.

5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak D.K.A.T.

6. Saat mulai turunnya hujan juga bergeser dari Barat ke Timur. Pantai

Barat Pulau Sumatera sampai Bengkulu, mendapat hujan terbanyak bulan

November. Lampung, Bangka, yang letaknya sedikit ke timur, pada bulan

Desember. Sedangkan Jawa (utara), Bali, NTB, NTT pada bulan Januari-

Februari, yang letaknya lebih ke timur lagi.

32

7. Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah

mempunyai musim hujan yang berbeda, yaitu Mei-Juni. Justru pada waktu

bagian lain Kepulauan Indonesia ada pada musim kering. Batas wilayah

hujan Indonesia Timur kira-kira terdapat pada 120o bujur timur.

Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi yaitu lebih dari 2000 mm/tahun. Akan

tetapi, seperti telah disebutkan di muka bahwa antara tempat yang satu dengan

tempat yang lain curah hujannya tidak sama. Daerah yang paling besar curah

hujannya adalah daerah Baturaden di lereng Gunung Slamet, dengan curah

hujan sekitar 7069 mm/tahun. Sedangkan kota Palu di Sulawesi Tengah,

merupakan daerah paling kering, dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

33

TUGAS 3

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Sesuai dengan letak lintangnya, Indonesia mempunyai ciri-ciri iklim sebagai

berikut, kecuali ….

A. terdapat pergantian arah angin tiap 6 bulan sekali

B. tidak memiliki 4 musim dalam setahun

C. bebas dari serbuan angin taufan

D. suhu udara rata-rata tinggi

E. dilalui oleh DKAT

2. Ciri iklim matahari, negara yang terletak di 10o LU – 30o LU memiliki iklim ….

A. tropis

B. kutub

C. subtropis

D. sedang

E. tropis dan subtropis

3. Junghuhn membagi wilayah iklim Indonesia berdasarkan ketinggian. Wilayah

yang mempunyai ketinggian antara 1500 – 2500 meter termasuk dalam zone ….

A. iklim panas

B. iklim sedang

C. iklim salju tropik

D. iklim dingin

E. iklim sejuk

4. Pembagian iklim menurut Schmid-Ferguson didasarkan pada ….

A. curah hujan/kelengasan udara

B. letak lintang suatu tempat dan deklinasinya

C. ketingian suatu tempat dari permukaan air laut

D. curah hujan tahunan dan gerakan udara di sekitarnya

E. perbandingan rata rata curah hujan bulan kering dengan rata-rata curah hujan

bulan basah

5. Pembagian iklim menurut W. Koopen didasarkan pada ….

A. curah hujan dan tekanan udara

B. penguapan dan kelembaban

C. temperatur dan curah hujan

D. temperatur dan penguapan

E. tekanan udara dan penguapan

34

6. Data curah hujan di Kabupaten X tahun 2003 sebagai berikut dari Jan – Des:

270 – 265 – 260 – 205 – 250 – 105 – 65 – 55 – 30 – 25 – 110 – 120. Dari data

tersebut Kabupaten X memiliki tipe iklim …. (berdasarkan klasifikasi Schmidt -

Ferguson)

A. A

B. B

C. C

D. D

E. E

7. Berdasarkan data no. 6. maka menurut Oldeman pada tahun itu bisa terjadi …

untuk budi daya padi.

A. satu kali tanam

B. dua kali tanam

C. tiga kali tanam

D. empat kali tanam

E. tidak ada musim tanam

8. Perhatikan gambar diagram W Koppen:

Pada gambar di samping, yang dimaksud iklim

Savana dengan musim dingin yang kering terdapat

pada nomor ….

A. I

B. II

C. III

D. IV

E. V

9. Daerah di Indonesia yang memounyai curah hujan paling rendah (paling kering)

setiap tahunnya ….

A. Baturaden

B. Palembang

C. Bogor

D. Medan

E. Palu

10. Di daerah pedalaman di Indonesia semua pulau mendapat musim hujan jatuh

pada musim ….

A. Pancaroba

B. Kemarau

C. Hujan

D. Panas

E. Semi

I

II

V

III

IV

35

PENGARUH CUACA DAN IKLIM

TERHADAP KEHIDUPAN

Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, Anda diharapkan mempunyai

kompetensi:

1. mengidentifikasi jenis jenis vegetasi alam menurut iklim dan bentang

alam serta persebarannya; dan

2. mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perubahan iklim global (El Nino,

La Nina) dan dampaknya terhadap kehidupan.

Dari uraian pada kegiatan belajar 2 Anda sudah mengetahui bermacam

macam iklim. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa makanan yang

ada di rumah Anda berasal dari hasil-hasil pertanian, seperti nasi yang

berasal dari padi daerah tropis hujan, atau kurma yang berasal dari daerah gurun

yang terik atau tepung terigu yang berasal dari daerah agak kering (semi-arid), dan

sebagainya. Iklim membatasi pertumbuhan tanaman di muka bumi, karena itu iklim

membatasi hasil panen. Hewan juga tanggap terhadap perbedaan iklim, baik secara

fisiologis maupun berdasarkan atas pakan ternak. Jadi jelas iklim sangat bermanfaat

bagi kehidupan di bumi, terutama bagi makhluk hidup.

A. JENIS-JENIS VEGETASI ALAM MENURUT IKLIM

1. Padang Rumput

Padang rumput adalah suatu wilayah yang tumbuhannya didominasi oleh

rerumputan dengan karakteristik wilayah sebagai berikut:

a. terletak di daerah tropis sampai subtropis,

b. curah hujan antara 25 cm – 50 cm per tahun,

c. terdapat di daerah basah, seperti Amerika Utara dan India.

2. Gurun

Gurun merupakan daerah tandus yang berbatasan dengan padang rumput

dan semakin menjauh dari padang rumput semakin gersang. Ciri-ciri gurun

sebagai berikut:

a. curah hujan rendah (kurang dari 25 cm per tahun),

b. hujan turun tidak teratur dan tidak pernah lebat,

c. matahari sangat terik (pada musim panas suhu dapat mencapai 40o C),

dan

d. amplitudo harian sangat besar.

Kegiatan Belajar 4

36

3. Tundra

Tundra adalah daerah dingin (beku), dengan ciri-ciri:

a. terletak hanya di daerah kutub utara,

b. memiliki iklim kutub,

c. pohon rendah/amat pendek (semak) dan lumut,

d. masa pertumbuhan vegetasi sangat pendek.

4. Hutan Basah

Hutan basah terdapat di daerah tropis dan subtropis. Hutan ini sepanjang

tahun selalu mendapatkan air dan mempunyai spesies pepohonan yang

beragam. Ciri-cirinya sebagai berikut:

a. masa pertumbuhannya lama,

b. jenis tumbuhannya banyak,

c. ketinggian 20 m sampai 40 m,

d. berdaun lebar,

e. hutan basah,

f. jenis pohon sulur hingga kayu keras.

5. Hutan Gugur

Hutan ini selain didominasi padang rumput, juga mempunyai tumbuhan yang

daunnya gugur pada musim gugur. Hutan gugur memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. curah hujan merata sepanjang tahun,

b. curah hujan antara 75 cm – sampai 100 cm per tahun,

c. terdapat di daerah yang memiliki empat musim,

d. pohon tidak terlalu rapat,

e. ketinggian tumbuhan 10 m – 20 m,

f. spesiesnya sedikit.

6. Taiga

Hutan yang didominasi oleh tanaman pohon pinus berdaun seperti jarum.

Persebarannya di Indonesia sangat merata dan beraneka. Banyak tumbuhan

yang hanya tumbuh di Indonesia (endemic). Dari 300.000 jenis tumbuhan di

bumi ini kurang lebih 37.000 jenis (12,3%) terdapat di Indonesia. Hal ini karena

Indonesia terletak di antara dua kawasan biogeografi, yaitu Oriental dan

Australia. Ada beberapa jenis tumbuhan langka yang tumbuh di Indonesia,

misalnya bunga Raflesia di Bengkulu, D.I. Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan

Timur, Jambi dan Jawa Barat.

Ada juga jenis tanam yang dapat mencirikan daerahnya, seperti:

a. Salacca salcca Kultivar Pondoh (Salak Pondoh) dari Yogyakarta (Sleman).

b. Salacca Zalaccurtivar Condet (Salak Condet) dari D.K.I. Jakarta.

c. Santalum Album (Cendana) dari daerah Nusa Tenggara Timur (Pulau

Timor).

d. Metroxylon Sagu (Sagu) dari daerah Maluku dan Papua.

37

B. PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Iklim di dunia selalu berubah, baik menurut ruang maupun waktu. Perubahan

iklim ini dapat dibedakan berdasarkan wilayahnya (ruang), yaitu perubahan iklim

secara lokal dan global. Berdasarkan waktu, iklim dapat berubah dalam bentuk

siklus, baik harian, musiman, tahunan, maupun puluhan tahun. Perubahan iklim

adalah perubahan unsur unsur iklim yang mempunyai kecenderungan naik atau

turun secara nyata.

1. Faktor Penyebab Perubahan Iklim Global

Perubahan iklim global disebabkan oleh meningkatnya kosentrasi gas di

atmosfer. Hal ini terjadi sejak revolusi industri yang membangun sumber energi

yang berasal dari batu bara, minyak bumi dan gas yang membuang limbah

gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous

oksida (N2O). Sang surya yang menyinari bumi juga menghasilkan radiasi

panas yang ditangkap oleh atmosfer sehingga udara bumi bersuhu nyaman

bagi kehidupan manusia. Apabila kemudian atnosfer bumi dijejali gas,

terjadilah “efek selimut” seperti yang terjadi pada rumah kaca, yakni radiasi

panas bumi yang lepas ke udara ditahan oleh “selimut gas” sehingga suhu

bumi naik dan menjadi panas. Semakin banyak gas dilepas ke udara, semakin

tebal “selimut Bumi”, semakin panas pula suhu bumi.

2. Dampak Perubahan Iklim Global

Perubahan iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan global adalah

sebagai berikut:

a. Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.

b. Air laut naik maka akan menenggelamkan pulau dan menghalangi

mengalirnya air sungai ke laut yang menimbulkan banjir di dataran rendah

kalau di Indonesia seperti pantai utara Pulau Jawa, dataran rendah

Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian selatan, dan lain-lain.

c. Yang paling mencemaskan adalah berubahnya iklim sehingga berdampak

buruk pada pola pertanian Indonesia yang mengandalkan makanan pokok

beras pada pertanian sawah yang bergantung pada musim hujan. Suhu

bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga

air menjadi langka. Ini memukul pola pertanian berbasis air.

d. Meningkatnya resiko kebakaran hutan.

3. El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina merupakan gejala yang menunjukkan perubahan iklim.

El Nino

adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai

barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan yang mengakibatkan gangguan iklim

secara global. Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin

karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut

bahasa setempat El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar

hari Natal (akhir Desember).

38

Di Indonesia, angin monsun (muson) yang datang dari Asia dan membawa

banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah

di pantai barat Peru – Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia

hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang

panjang.

Sejak tahun 1980 telah terjadi lima kali El Nino di Indonesia, yaitu pada tahun

1982, 1991, 1994, dan tahun 1997/98. El Nino tahun 1997/98 menyebabkan

kemarau panjang, kekeringan luar biasa, terjadi kebakaran hutan yang hebat

pada berbagai pulau, dan produksi bahan pangan turun dratis, yang kemudian

disusul krisis ekonomi.

El Nino juga menyebabkan kekeringan luar biasa di berbagai benua, terutama

di Afrika sehingga terjadi kelaparan di Etiopia dan negara-negara Afrika Timur

lainnya. Sebaliknya, bagi negara-negara di Amerika Selatan munculnya El

Nino menyebabkan banjir besar dan turunnya produksi ikan karena

melemahnya upwelling.

La Nina

merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina menurut bahasa penduduk

lokal berarti bayi perempuan. Peristiwa itu dimulai ketika El Nino mulai

melemah, dan air laut yang panas di pantai Peru – ekuador kembali bergerak

ke arah barat, air laut di tempat itu suhunya kembali seperti semula (dingin),

dan upwelling muncul kembali, atau kondisi cuaca menjadi normal kembali.

Dengan kata lain, La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah

terjadinya gejala El Nino.

Perjalanan air laut yang panas ke arah barat tersebut akhirnya akan sampai

ke wilayah Indonesia. Akibatnya, wilayah Indonesia akan berubah menjadi

daerah bertekanan rendah (minimum) dan semua angin di sekitar Pasifik

Selatan dan Samudra Hindia akan bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut

banyak membawa uap air sehingga sering terjadi hujan lebat. Penduduk

Indonesia diminta untuk waspada jika terjadi La Nina karena mungkin bisa

terjadi banjir.

Sejak kemerdekaan di Indonesia, telah terjadi 8 kali La Nina, yaitu tahun

1950, 1955, 1970, 1973, 1975, 1988, 1995 dan 1999.

39

TUGAS 4

Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Berdasarkan peta persebaran vegetasi dunia, penyebaran vegetasi tundra

terdapat di daerah ….

A. Tropis

B. Sejuk

C. Subtropik

D. Kutub

E. Gurun

2. Peningkatan selimut gas (terutama CO2) sehingga menyebabkan suhu muka

bumi bertambah panas dikenal dengan sebutan ….

A. inversi

B. konveksi

C. iklim mikro

D. dampak rumah kaca

E. keseimbangan radiasi global

3. Negara yang mempunyai hutan tropis antara lain ….

A. Afrika Selatan

B. Eslandia

C. Spanyol

D. Kanada

E. Brazil

4. Cendana cocol tumbuh di daerah beriklim Aw. Berdasarkan kenyataan tersebut,

cendana banyak tumbuh di ….

A. Nusa Tenggara

B. Kalimantan

C. Irian Jaya

D. Sumatera

E. Jawa

5. Efek rumah kaca terutama akibat meningkatnya ….

A. rumah rumah berdinding kaca

B. gas CO2 di atmosfer

C. suhu udara di bumi

D. La Nina

E. El Nino

40

6. El Nino merupakan gejala cuaca yang muncul secara periodik. Bagi Indonesia

EL Nino menyebabkan ….

A. musim paceklik

B. musim kebakaran

C. musim buah-buahan

D. hujan deras dan banjir

E. kemarau panjang dan kekeringan

7. Peningkatan suhu udara di bumi mengakibatkan hal hal berikut ini, kecuali ….

A. es di kutub mencair

B. gangguan iklim di bumi

C. permukaan air laut naik

D. sering terjadi gempa tektonik

E. meningkatnya resiko kebakaran hutan

8. Tanaman padang rumput, biasanya tumbuh pada ….

A. hutan gugur dan padang rumput

B. hutan basah dan hutan gugur

C. padang rumput dan hutan basah

D. gurun dan tundra

E. taiga dan gurun

9. Fenomena panasnya permukaan air laut di Samudra Pasifik (di atas rata-rata

suhu normal) terutama di bagian timur dan tengah disebut ….

A. El Nino

B. La Nina

C. perubahan iklim

D. pemanasan suhu global

E. pendinginan suhu global

10. Hutan Taiga didominasi oleh tanaman ….

A. padang rumput

B. pohon pinus

C. padang lumut

D. pohon sulur

E. pohon kaktus

41

PENUTUP

Selamat! Anda sudah dengan baik mempelajari modul ini. Dengan memahami isi

modul ini Anda berarti sudah mampu memprediksi dinamika perubahan atmosfer

dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. Cuaca juga berpengaruh bagi

kehidupan sehari-hari Anda dan berpengaruh pula pada lingkungan Anda. Dari tipe

rumah, jenis pakaian, jenis tanaman yang tumbuh hingga jenis pekerjaan banyak

dipengaruhi cuaca dan iklim.

Hal-hal yang penting Anda pelajari adalah:

1. Berdasarkan temperaturnya/suhu, atmosfer terdiri dari lapisan troposfer,

stratosfer, mesosfer, dan termosfer.

2. Di dalam lapisan troposfer terdapat gejala cuaca dan iklim.

3. Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan daerah yang sempit,

sedangkan iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan

dalam waktu yang lama.

4. Unsur cuaca adalah suhu, tekanan udatra, angin, kelembaban udara, curah hujan

dan awan.

5. Ada dua cara pemanasan udara, yaitu pemasan langsung dan pemanasan tidak

langsung.

6. Iklim di dunia dapat diklasifikasikan menjadi iklim matahari (berdasarkan letak

lintang), iklim Kodrat (berdasarkan isotherm), dan iklim Koppen, Iklim Schmidt-

Ferguson, Iklim Oldeman (berdasarkan curah hujan) serta Iklim Junghuhn

(berdasarkan ketinggian tempat).

7. Pola curah hujan di Indonesia, bagian timur curah hujan lebih kecil/sedikit di

bandingkan dengan di bagian barat.

8. Gejala alam yang mepengaruhi iklim antara lain, efek rumah kaca, EL Nino dan

La Nina.

Dengan demikian Anda mampu memprediksi dinamika perubahan atmosfer dan

dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. Untuk mengukur pengetahuan yang

Anda miliki, sebaiknya Anda mendatangi Sekolah Penyelengara dan melalui Guru

Binaan mintalah Tes Akhir Modul.

Jika Anda belum mencapai 75% silakan Anda mempelajari kembali modul ini. Dan

menjawab kembali Tes/Soal-soal yang disediakan untuk mengukur kemampuan Anda

hingga mencapai 75%. Setelah itu Anda boleh melanjutkan ke materi atau modul

berikutnya. Selamat berjuang! dan sukses selalu menyertai Anda.

42

KUNCI JAWABAN TUGAS

TUGAS 1

1. Manfaat Atmosfer adalah:

a. sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada

siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam

hari

b. penangkis meteor jang jatuh ke bumi

c. pemantul gelombang radio dan sarana komunikasi

d. untuk keperluan penerbangan

2. Gas utama dalam udara adalah Nitrogen, Oksigen, Argon, dan Karbon dioksida.

3. Gejala-gejala cuaca yang terdapat di lapisan troposfer adalah awan, hujan, badai

guruh, badai tropis, petir dan sebagainya.

4. Yang menyebabkan lapisan isothermis mengalami kenaikan suhu adalah karena

adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi matahari pada spektum ultra violet.

5. Gambar skema perubahan fase air:

ES

AIR UAP

Penguapan

Pengembunan

43

TUGAS 2

1. D 6. E

2. B 7. A

3. C 8. E

4. A 9. D

5. B 10. E

TUGAS 3

1. B 6. C

2. A 7. A

3. E 8. C

4. E 9. E

5. C 10. A

TUGAS 4

1. D 6. E

2. D 7. D

3. E 8. C

4. A 9. A

5. B 10. B

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Nianto Mulyo, M.Ed, Purwadi Suhandini, M.Si, Kurikulum 2004,, Solo: Tiga Serangkai.

Geografi 1

Bayong Tjasyono, Dr, Klimatologi Umum, Bandung: FMIPA – ITB, 1999.

Daniel Murdiyarso, Konvesi Perubahan Iklim, Jakarta: Kompas, 2003.

Philip D. Thompson, Robert O’Brien, Weather, USA: Time Life Book Inc, 1983.

Tim Geografi SMU DKI, Kurikulum 1994 Suplement GBPP 1999, Geografi, Jakarta: Erlangga.

SMU Jilid 1

Totok Gunawan, Dr, dkk, Kurikulum 2004, Fakta dan Konsep Geografi 1,

Bandung: Ganeca Exact.

tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum), di belahan

bumi utara berbelok ke kanan sedangkan di belahan bumi selatan berbelok

ke kiri.

isotherm.

Tabel 2.

Rata-rata suhu udara di beberapa kota di Indonesia.

rata 0,65o C tiap 100 meter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar