Sabtu, 09 Januari 2010

objek formal geografi

Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek, yakni aspek
keruangan (spatial), kelingkungan (ekologi), kewilayahan (regional) serta aspek waktu
(temporal).
a. Aspek Keruangan; geografi mempelajari suatu wilayah antara lain dari segi “nilai”
suatu tempat dari berbagai kepentingan. Dari hal ini kita lalu mempelajari tentang
letak, jarak, keterjangkauan dsb.
b. Aspek Kelingkungan; geografi mempelajari suatu tempat dalam kaitan dengan
keadaan suatu tempat dan komponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan
wilayah. Komponen-komponen itu terdiri dari komponen tak hidup seperti tanah, air,
iklim dsb, dan komponen hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.
c. Aspek Kewilayahan; geografi mempelajari kesamaan dan perbedaan wilayah serta
wilayah dengan ciri-ciri khas. Dari hal ini lalu muncul pewilayahan atau regionalisasi
misalnya kawasan gurun, yaitu daerah-daerah yang mempunyai ciri-ciri serupa
sebagai gurun.
d. Aspek Waktu; geografi mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periodeperiode
waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu. Misalnya
perkembangan kota dari tahun ke tahun, kemunduran garis pantai dari waktu ke
waktu dsb.
Perlu diperhatikan bahwa dalam mengkaji suatu permasalahan, geografi terbagi menjadi
geografi fisis dan geografi manusia yang keduanya tak dapat dipisahkan. Bahkan masingmasing
cabang geografi saling membutuhkan dan saling melengkapi. Untuk lebih jelasnya,
tentang objek geografi Anda dapat melihat skema berikut.
Setelah mempelajari kegiatan 1 dan memahaminya, maka Anda dapat mengerjakan
tugas/tes mandiri.
Hubungan timbal-balik
Manusiawi
- Kawasan budaya
- Kawasan penduduk
- Kawasan administrasi
Alami
- Kawasan iklim
- Kawasan bentangan
- Kawasan air
Keruangan
Gerakan penuduk
- migrasi
- mobilitas
- interaksi sosial
Daerah permukiman
- permukiman desa
- permukiman kota
Mata pencaharian
- pertanian
- perdagangan
- peternakan
- kehutanan
- industri
- perkebunan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar