Selasa, 06 April 2010

Atmosfer (Troposfer) Ilmu Kebumian.

Atmosfer (Troposfer)
Ilmu Kebumian.

Postingan berikut ini merupakan sambungan dari postingan sebelumnya mengenai atmosfer. Kali ini akan dibahas mengenai struktur vertikal atmosfer, dan akan diawali dengan lapisan troposfer.

Troposfer

Gambar 1 Berbagai Lapisan Dalam Atmosfer

(Sumber : Essentials of Meteorology – C. Donald Ahrens)

Pembagian struktur vertikal atmosfer menjadi berbagai lapisan seperti troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer, didasarkan atas perbedaan suhu pada berbagai lapisan diatas. Nah, untuk lapisan troposfer yang merupakan lapisan terbawah dari struktur lapisan vertikal atmosfer (lihat Gambar 1), terjadi penurunan suhu yang nilainya antara 0,5 dan 10 C tiap 100 m dengan nilai rata-rata 0,650 C tiap 100 meter atau 3,6 derajat Fahrenheit setiap 1000 kaki (penurunan suhunya tergantung dari pada situasi meteorologi). Penurunan suhu terhadap ketinggian ini biasa disebut sebagai temperatur lapse rate. Penurunan suhu tersebut banyak diakibatkan dikarenakan oleh sangat sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak diatasnya melalui konduksi, konveksi, dan panas laten kondensasi atau sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.
Konduksi : Suatu mekanisme perpindahan panas melalui suatu media/bahan oleh gerakan molekul tanpa disertai gerakan media/bahan itu sendiri

Konveksi : Suatu gerakan internal dalam lapisan udara yang mengakibatkan perpindahan panas secara vertikal, momentum dan sebagainya

Kondensasi : Proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair

Sublimasi : Proses perubahan fasa, dari fasa es ke fasa uap

Panas laten : Panas yang tersimpan dalam suatu bahan/media

Dari Gambar 1, dapat dilihat bahwa ada suatu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan lapisan stratosfer yang dinamakan lapisan tropopause. Dari gambar tersebut terlihat bahwa setelah ketinggian sekitar 10 atau 11 km yaitu di lapisan tropopause, terjadi penghentian penurunan suhu terhadap ketinggian (lapse rate-nya sama dengan 0), dan setelah itu malah terjadi kenaikan suhu terhadap ketinggian ( biasa disebut dengan inversi suhu). Ketinggian tropopause sendiri sendiri sebenarnya berbeda-beda di setiap lintang, dan yang paling tinggi berada di atas ekuator (antara 16-18 km) dengan suhu mencapai -800 C, sedangkan di kutub ketinggian tropopause hanya mencapai 6-8 km dengan suhu mencapai -400 C. Hal ini dikarenakan karena di ekuator terjadi pemanasan dan turbulensi serta konveksi vertikal yang kuat.

Lapisan troposfer itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu lapisan batas (boundary layer) dan atmosfer bebas. Apa itu lapisan batas?

Lapisan Batas

Gambar 2 Lapisan Troposfer Dibagi Menjadi 2 Bagian – Lapisan Batas & Atmosfer Bebas

(Sumber : Tri WH – PPT Dinamika Lapisan Batas Planeter)

Seperti telah diterangkan sebelumnya, bahwa lapisan troposfer ini merupakan lapisan terbawah dan salah satu bagiannya yaitu lapisan batas planeter merupakan bagian dimana sifat-sifat fisis dan dinamisnya banyak dipengaruhi oleh kondisi permukaan bumi serta lapisan batas ini memberikan respon terhadap pengaruh gaya-gaya permukaan dalam selang waktu sekitar satu jam atau kurang. Pengaruh gaya-gaya yang dimaksud berupa gesekan, penguapan dan transpirasi, emisi polutan, transfer panas dan aliran udara yang dipengaruhi oleh topografi. Sedangkan pengertian atmosfer bebas sendiri dapat diartikan sebagai suatu bagian dari lapisan troposfer yang tidak mendapatkan pengaruh dari permukaan bumi.

Nah, sekian dulu pembahasan mengenai troposfer, semoga bermanfaat. Postingan selanjutnya saya akan bercerita lebih dalam mengenai lapisan batas. See You!

Daftar Pustaka

v Abidin, Zainal.(2009), Pengamatan Turbulensi Atmosfer Di Lapangan Meteorologi ITB

v Ahrens, C. Donald., Essentials of Meteorology – An Invitation to the Atmosphere 3rd Edition.

v Prawirowardoyo, Susilo. (1996), Meteorologi, Penerbit ITB : Bandung

v Tjasyono, Bayong HK. (2004), Klimatologi, Penerbit ITB : Bandung

v Wahyu Hadi, Tri., PPT Dinamika Lapisan Batas Planeter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar